Semenjak pertama kali peluncurannya, windows 7 yang merupakan produk terbaru dari microsoft ini masih disambut dengan baik oleh para pengguna setia Ms. windows. Dengan segala hal baru yang ditawarkan, windows 7 mencoba mengulang kembali kejayaan yang pernah dialami oleh windows XP saat itu. Namun sayang, dari sekian banyak fitur-fitur baru yang ditawarkan itu tidak banyak yang benar-benar menggunakan fitur tersebut dengan optimal, salah satu fitur yang ditawarkan dan tidak pernah ada pada versi-versi windows sebelumnya adalah fitur AppLocker, fitur ini berkaitan dengan sistem keamanan pada komputer kita. Berikut ini adalah article yang membahas secara jelas tentang AppLocker.
AppLocker berguna bagi sistem administrator sehingga dia dapat mengontrol bagaimana pengguna dapat mengakses dan menggunakan file, seperti . Exe file, script, Windows Installer file (. MSI dan. Msp), DLL, dan lain-lain. Di sini AppLocker akan berguna dalam beberapa hal berikut.
- Membatasi jumlah dan jenis file yang bisa di jalankan oleh user dengan cara mencegah dijalankannya aplikasi unlicensed atau malicious serta membatasi ActiveX controls yang terinstall.
- User hanya dapat menjalankan aplikasi-aplikasi yang di setujui oleh perusahaan.
- Mengurangi bocornya data-data perusahaan dari unauthorized software seperti spyware dan maleware.
- Sistem administrator bisa memanfaatkan Group Policy Object untuk melakukan manajemen AppLocker.
- Applocker dapat menetapkan aturan-aturan berdasarkan digital signature, publisher, nama produk, nama file dan versi dari file, penugasan aturan bisa berdasrkan security group atau secara individu, membuat pengecualian untuk file .exe, menggunakan audit-only mode untuk mengidentifikasi file yang tidak di ijinkan untuk di jalankan dan untuk mempermudah administrasi terdapat fasilitas untuk import dan export rules.
- Secara default AppLocker rules tidak memperbolehkan pengguna untuk menajalankan file apapun yang tidak di ijinkan karena itu sistem administrator harus selalu meng-update daftar aplikasi-aplikasi apa saja yang boleh di jalankan.
Ketika AppLocker diaplikasikan, itu pun hanya aplikasi yang di perbolehkan oleh perusahaan, user akan banyak mengeluh karena tidak semua aplikasi (kecuali aplikasi yang di bolehkan) bisa di jalankan tetapi dengan berjalannya waktu user akan mulai memahami policy perusahaan dan user akan mengerti. Perlu diketahui juga bahwa untuk mengaplikasikan AppLocker kepada semua user dalam domain sistem administrator bisa memanfaatkan group policy. Read more »

0